Mewujudkan Desa Lebih Berdaya

Latar belakang penting lahirnya Undang-Undang Desa adalah keinginan untuk memposisikan desa sebagai subjek pembangunan. Ketika desa betul-betul menjadi subjek pembangunan berarti mereka betul-betul merdeka dalam menentukan nasibnya sendiri tanpa terlalu banyak intervensi dari pihak lain. Perwujudan kemerdekaan itu bisa dimulai dengan merubah paradigma desa dari membangun desa menjadi desa membangun.

Mewujudkan Desa Lebih BerdayaBegitu ungkap Abdul Harries perwakilan dari Peace Through Development in Disadvantages Area Programme (PTDDA) pada pembukaan pelatihan pengelolaan keuangan desa peka perdamaian di Jailolo Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara akhir pekan ini, 10 – 12 Juli 2015.

Abdul Harries juga menyampaikan bahwa salah satu bentuk nyata paradigma desa membangun adalah kemampuan desa dalam mengelola keuangan secara partisipatif, akuntabel dan transparan. “Dalam konteks itulah pelatihan uji coba ini dilakukan”, ungkapnya dalam sesi sambutan pembukaan.

Selain sambutan dari pihak PTDDA, sambutan selanjutnya disampaikan oleh Pius Widiyatmoko dari Perkumpulan INISIATIF. Senada dengan Abdul Harries, ia menyatakan bahwa paradigma desa membangun harus sudah menancap kuat di setiap benak kepala desa karena hal tersebut merupakan modal utama untuk melakukan perubahan di desa.

Berkaitan dengan judul pelatihan, yaitu pelatihan uji coba panduan partisipasi warga dalam pengelolaan keuangan desa, Pius berharap seluruh peserta dapat berperan aktif, baik secara substansi secara teknis.

“Masukan, kritikan, saran dari bapa dan ibu akan sangat berguna bagi kami dalam memperbaiki draft panduan ini” katanya.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Hasnadh, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMP) Kabupaten Halmahera Barat. Hasnad mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PTDDA dan Kementerian Desa yang menjadikan Kabupaten Halmahera Barat sebagai tempat pelaksanaan pelatihan uji coba selain Kabupaten Garut.

Baginya, kerja sama program dengan PTDDA dan Kementerian Desa ini bukanlah hal baru karena sebelumnya telah melaksanakan kerja sama dalam berbagai hal terutama mengenai perencanaan dan pembangunan desa.

Hasnad juga mengatakan bahwa walaupun pelatihan ini bersifat uji coba namun sebenarnya bukan sekedar pelatihan uji coba karena materi yang terkandung di dalamnya relevan dengan kebutuhan para peserta pelatihan yang didominasi oleh kepala desa, BPD serta aktivis lokal yang selama ini telah terjun langsung dalam pembangunan desa.

Oleh karena itu, Hasnad mengamanatkan kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti pelatihan dengan seksama sehingga mendapatkan banyak manfaat dan ilmu dari pelatihan ini. Terakhir, ia mengucapkan selamat mengikuti pelatihan kepada seluruh peserta.

Comments

comments