INISIATIF Melatih Widyaiswara Soal Perencanaan-Penganggaran Daerah Peka Damai

Salah satu problem terpenting bangsa ini adalah permasalahan penganggaran yang  kurang rapi. Oleh karena itu, upaya konsolidasi semua aktor perencanaan dan penggaran harus masif dilakukan. Salah satu upaya itu adalah melalui pelatihan. Upaya konsolidasi dengan pelatihan juga akan meningkatkan kapasitas perencanaan dan penganggaran birokrasi kita.

Begitu ungkap Muhammad Idris Deputi Bidang Diklat Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) dalam sesi pembukaan pelatihan fasilitator penganggaran daerah peka perdamaian di Kampus Pusdiklat LAN RI. Pelatihan tersebut diselenggarakan bersama-sama antara Perkumpulan INISIATIF, PTDDA (Peace Through Development in Disadvantaged Area) – UNDP dan LAN RI dari tanggal 27-30 Oktober 2015.

Selain permasalahan kekurangrapian dokumen, permasalahan selanjutnya adalah mengenai keterkaitan dokumen perencanaan dan penganggaran yang ada dengan situasi lokal yang terjadi. Di beberapa daerah yang sedang berkonflik sering kali dokumen perencanaan dan penganggaran tidak mempunyai kaitan kuat dengan upaya pencegahan dan penyelesaian konflik.

Berdasarkan hal tersebut, Andi Taufik, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional LAN RI menyatakan bahwa pelatihan perencanaan dan penganggaran daerah peka perdamaian ini merupakan hal yang penting bagi seluruh widyaiswara.  Harapannya, para widyaiswara mampu melatih aparatur daerah agar mampu menyusun dokumen perencanaan dan penganggaran yang peka perdamaian.

Para widyaiswara akan menjalani pelatihan selama empat hari. Dalam pelatihan ini, para widyaiswara mendapatkan penyegaran materi mengenai perencanaan dan penganggaran daerah serta mendalami materi mengenai konsep pembangunan dan konflik.

Inisiatif Melatih WidyaiswaraSetelah penyegaran dan pendalaman secara teori, peserta selanjutnya melakukan simulasi praktik mengajar materi-materi terkait perencanaan dan penganggaran peka perdamaian di hadapan seluruh peserta dan fasilitator.

Salah satu tujuan penting simulasi ini adalah agar seluruh peserta lebih paham mengenai konsep konflik dan praktik penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran yang peka perdamaian dan mempunyai pengalaman mengajarkan materi.

Di akhir sambutannya, Muhamad Idris mengucapkan terima kasih kepada tim dari Program Peka Perdamaian UNDP dan tim fasilitator dari Perkumpulan INISIATIF yang sudah memberikan dukungan pendanaan dan berbagi pengetahuan dengan seluruh peserta. Selain itu, ia mengharapkan semua peserta dapat mengikuti materi dengan seksama dan mengambil manfaat atas proses pelatihan.

Comments

comments