Majalengka Klaim Mampu Turunkan Kematian Ibu dan Anak

Di tengah masih tingginya Angka kematian bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di berbagai wilayah di Jawa Barat setiap tahunnya,  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka menyebut jika AKB dan AKI di wilayahnya mengalami penurunan.

Dari data yang dimiliki Dinkes Kabupaten Majalengka, sampai September 2015, AKB hanya ada 12 orang dan AKI hanya 89 orang dari total 21 ribu peristiwa kelahiran.

Sebagai perbandingan, untuk AKB di 2014 tercatat 21 orang dan AKB 176 orang. Sedangkan di 2013, AKI 30 orang dan AKB 182 orang. Kalau dilihat trendnya setiap tahun AKI dan AKB di Majalengka menurun. Mudah-mudahan sampai akhir 2015 tidak bertambah dan di tahun 2016 mendatang tidak ada lagi AKI dan AKB,” harap Kepala Bidang Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Kabupaten Majalengka, H. Ida Hery Y, baru-baru ini.

Lanjut Ida, kompleksnya penyebab kematian ibu dan bayi perlu ditanggulangi secara komprehensif dan multi sektor dengan berorientasi pada pengurangan dampak negatif bagi kesehatan. Maka dari itu, promosi kesehatan dipandang penting sebagai salah satu pilar perubahan prilaku sehat menuju tercapainya derajat kesehatan yang optimal, sebagaimana tujuan pembangunan kesehatan.

Di tempat yang sama, Program Officer Bunda TexTalk, Rizki Estrada menjelaskan program yang dilaksanakan pihaknya yakni Bunda TexTalk ini merupakan model inovatif dalam upaya penguatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan ibu, bayi, lahir dan Balita berbasis teknologi informasi dan komunikasi telepon seluler di tingkat desa.

“Bunda TexTalk adalah akrononim dari ibu, neonatal dan anak (bunda), sedangkan TexTalk merupakan istilah yang umum digunakan pada aplikasi layanan komunikasi pesan singkat (SMS). Jadi program Bunda Textalk itu merupakan aplikasi perangkat lunak berbasis teknologi sms gateway dan website,” paparnya.

Kelebihan dari program ini sendiri adalah pengoperasian teknologi SMS gateway yang dikelola secara mandiri oleh komunitas desa yang terdiri dari kader posyandu, anggota komunitas warga desa yang peduli informasi.

“Nantinya, setiap ibu hamil akan mendapatkan perkembangan janin dalam kandunganya melalui pesan singkat. Sehingga mereka akan mengetahui kesehatan ibu hamil maupun anak yang dikandungnya,” tuturnya.

Soal mengapa menggunakan SMS gateway, survei dari Kementerian Informasi dan Telekomunikasi menunjukan bahwa sekitar 98,60 persen rumah tangga telah memiliki akses teknologi informasi dan komunikasi, dimana 90 persennya telah memiliki telepon seluler.

“Program ini baru dicoba di desa Jatisura, Jatiwangi. Mungkin ke depannya akan diberlakukan ke setiap desa, saat ini kami baru menggulirkan ke beberapa kota dan kabupaten se-Jawa Barat,” tuturnya. (Aris Prayuda/WP)

Sumber : http://www.wartapriangan.com/1-siap-siap-program-ini-segera-masuk-kota-banjar-2/14410/ (akses 11/16/2015 3:18:23 PM)

Comments

comments