AKI dan AKB di Majalengka Menurun

MAJALENGKA,(KC).- Angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) setiap tahunya di Kabupaten Majalengka mengalami penurunan. Dari data Dinas Kesehatan sampai dengan September 2015 AKB hanya 12 orang dan AKI hanya 89 orang dari 21 ribu orang kelahiran hidup.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Dinas Pendidikan Entin Healiaty didampingi Kepala Bidang Promosi Kesehatan (Promkes) H.Ida Hery Y saat menghadiri acara Bunda TexTalk yang dilaksanakan Perkumpulan INISIATIF di Gedung Kokardan Kabupaten Majalengka, Selasa (19/10/2015).

Menurut Kabid Promkes Ida, AKB tahun 2014 itu 21 orang dan AKB 176 orang. Sedangkan tahun 2013 AKI 30 orang dan 182 orang.

“Kalau dilihat trendnya setiap tahun AKI dan AKB di Majalengka menurun. Mudah-mudahan sampai akhir 2015 tidak bertambah dan di tahun 2016 mendatang tidak ada lagi AKI dan AKB,” harap Idi yang juga pengurus DPD KNPI Kabupaten Majalengka ini.

Menurut Ida, kompleksnya masalah kematian ibu dan bayi pada khususnya perlu ditanggulangi secara komprehenshf dan multi sektor yang berorientasi pada pengurangan dampak negatif bagi kesehatan.

Maka dari itu promosi kesehatan merupakan salah satu pilar perubahan prilaku sehat menuju tercapainya derajat kesehatan yang optimal sebagaimana tujuan pembangunan kesehatan itu sendiri.

Berkaitan dengan program yang dilaksanakan Perkumpulan Inisiatif, pihaknya atas nama Dinas Kesehatan memberikan apresiasi sebagai upaya langkah preventif dan promotof guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan saat ibu dan janin dalam kandungannya sehat dan tidak ada kelainan.

Programme Officer Bunda TexTalk Rizki Estrada mengatakan program yang dilaksanakannya ini merupakan model inovatif dalam upaya penguatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan ibu, bayi, lahir dan Balita berbasis teknologi informasi dan komunikasi telepon seluler di tingkat desa.

“Bunda TexTalk adalah akrononim dari ibu, neonatal dan anak (bunda), sedangkan TexTalk merupakan istilah yang umum digunakan pada aplikasi layanan komunikasi pesan singkat (SMS). Jadi program Bunda Textalk itu merupakan aplikasi perangkat lunak berbasis teknologi sms gateway dan website,”paparnya.

Menurut dia, kelebihan dari program ini pengoperasian teknologi SMS gateway dikelola secara mandiri oleh komunitas desa yang terdiri dari kader posyandu, anggota komunitas warga desa yang peduli informasi.

“Nantinya itu setiap ibu hamil akan mendapatkan perkembangan janin dalam kandunganya melalui pesan singkat. Sehingga mereka akan mengetahui kesehatan ibu hamil maupun anak yang dikandungnya,”tuturnya.

Dikatakan dia, mengapa menggunakan sms gateway karena menurut survei dari Kementrian Informasi dan Telekomunikasi menunjukan bahwa sekitar 98,60 persen rumah tangga telah memiliki akses teknologi informasi dan komunikasi, dimana 90 persennya telah memiliki telepon seluler.

“Program ini baru dicoba di Desa Jatisura Kecamatan Jatiwangi, mungkin kedepan akan diberlakukan ke setiap desa.Karena saat ini kami baru menggulirkan ke beberapa kota dan kabupaten se-Jawa Barat,”tuturnya. (Jejep Falahul Alam/”KC”)

Sumber : https://www.facebook.com/kcmajalengka/posts/1925597384331237:0 (akses 11/19/2015 11:55:28 AM)

Comments

comments