Ke Tahap Dua

Ke Tahap Dua1“Program Peduli Desa tahap dua ini rencananya akan dilaksanakan sampai dengan bulan Oktober. Dalam pelaksanaan Program Peduli Desa tahap dua ini sebagian besar program dilaksanakan di tempat yang sama dengan pelaksanaan tahap satu, namun sebagian kecil pelaksanaan program mengambil di lokasi yang baru,” ungkap Novy Anggraeni Program Officer Program Peduli mewakili The Asia Foundation (TAF) sebagai lembaga pelaksana Program Peduli pada sesi sambutan rapat kordinasi pelaksanaan Program Peduli Desa tahap dua di Hotel Sotis Jakarta pada tanggal 18 Februari 2016.

Selain dari TAF, sambutan juga berasal dari Magdalena, asisten deputi bidang pemberdayaan masyarakat Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Ia menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Peduli Desa ini.

Namun demikian, Magdalena berharap bahwa tim pelaksana Program Peduli Desa segera memberikan laporan pelaksanaan tahap satu kepada Kemenko PMK. Bagi pihak Kemenko PMK laporan tersebut sangat penting untuk mengetahui gambaran pelaksanaan sebelumnya. Gambaran tersebut dibutuhkan agar pihak Kemenko PMK dapat memberikan masukan dan bantuan jika pelaksanaan program mengalami kesulitan.

Dalam akhir sambutannya, Magdalena berharap kebutuhan kelompok tereksklusi ini bisa betul-betul di akomodasi oleh desa. “Jika program kelompok terekslusi telah diakomodir dan menjadi salah satu program strategis desa maka ketika nanti dukungan pendanaan dari pihak donor selesai, kelompok yang tereksklusi bisa bertahan dan menjalankan setiap program yang menjadi kebutuhan kelompok mereka”

Sesi selanjutnya rapat koordinasi ini membahas lokasi dan substansi pelaksanaan Program Peduli Desa. Dalam sesi ini, Dadan Ramdan dari Perkumpulan Inisiatif dan pelaksana program mengatakan bahwa dalam tahap dua 8 kabupaten tempat pelaksanaan program merupakan lokasi yang lama, yaitu Kabupaten Garut, Lombok Timur, Sumba Barat Daya, Gowa, Bone, Jember, Sambas dan Kutai Barat. Sedangkan 4 lokasi baru yaitu Kabupaten Blitar, Sikka, Lombok Utara dan Kulonprogo.

Soal substansi pelaksanaan program, Dadan Ramdan menyatakan bahwa yang tahap kedua ini tidak mempunyai perbedaan signifikan dengan pelaksanaan program tahap satu. Kelompok tereksklusi akan didampingi untuk dapat memanfaatkan dana yang masuk ke desa untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun dalam teknis di lapangan, pelaksanaan program mengacu pada siklus perencanaan dan penganggaran desa.

“Jika melihat pada siklus perencanaan dan penganggaran di desa maka pada fase sekarang kelompok masyarakat dapat terlibat dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa). Dokumen RKPDesa ini merupakan dokumen pembangunan desa tahunan yang merupakan penerjemahan dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa). Namun demikian, jika memungkinkan maka kelompok masyarakat juga bisa sampai mengikuti dan memberikan pendapat dalam penyusunan dokumen Rencana Anggaran Pendapatan dan belanja Desa (RAPBDesa)” begitu ungkap Dadan Ramdan di akhir sesi pembahasan mengenai substansi dan pelaksanaan Program Peduli Desa tahap dua ini.

Ke Tahap Dua2

Comments

comments