JPPI Gelar Pelatihan Entri dan Analisis Data Selama Dua Hari

Network Education Watch Indonesia atau Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia menyelenggarakan pelatihan penelitian entri dan analisis data hasil penelitian kuantitatif yang menggunakan SPSS (Statistical Product for Service Solutions). Pelatihan itu berlangsung selama dua hari dari tanggal 21 hingga 22 April 2015 di Aula Gedung Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M).

Fasilitator Pelatihan entry data ini adalah Direktur Eksekutif Perkumpulan Inisiatif  Bandung  Donny Setiawan. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan pada akhir bulan Januari lalu. Di mana ketika itu dalam rencana tindaklanjut sebagaian peserta pelatihan penelitian mengeluhkan soal susahnya proses entri data. Sehingga pelatihan entri data ini bertujaun untuk memudahkan peserta dalam mengolah data sekaligus menjaga data dari plagiarisme yang makin marak dikalangan masyarakat.

Selain itu rendahnya tingkat pemahaman terhadap dasar-dasar pengolahan data statistik. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk menjawab soal rendahnya kemampuan dalam mengolah data statistik dan mengintepretasikan outputnya serta bagaimana meningkatkan kemampuan peneliti dalam mengolah data statistik dan mengintepretasikan outputnya.

Pelatihan ini juga untuk memberikan pengetahuan tentang teknik pengoperasian SPSS dalam pengolahan data statistik. Meningkatkan kemampuan menuliskan gagasan dan laporan peristiwa yang menyangkut isu-isu kontemporer dengan menggunakan metode penelitian yang tepat.

Bagi NEW Indonesia Pelatihan ini dipandang sangat penting, terutama bagi jaringan NEW Indonesia yang memang memiliki konsen terhadap permasalahan pendidikan. Dengan pelatihan ini, diharapkan analisis dan kajian penelitian data NEW Indonesia menjadi lebih tajam dan berbasis fakta/bukti (evidence based).

Jumlah peserta pelatihan yang akan terlibat adalah 25 orang dari jaringan NEW Indonesia yang merupakan para peneliti pemula dan peserta tindak lanjut dari agenda pelatihan penelitian kuantitatif.

Donny Setiawan sebagaimana dalam rencana kegiatan pada hari pertama menjelaskan seputar Pengantar SPSS dan Input Data. Menurut Donny SPSS adalah program aplikasi berbasis data tabulasi, aplikasi ini dibuat salah satunya untuk membuat analisis data tabulasi yang sering digunakan dalam proses penelitian. SPSS sendiri telah banyak versi, tercatat SPSS sudah versi 21.

Data hasil penelitian yang akan disajikan menjadi informasi harus diolah terlebih dulu agar mudah untuk dilakukan analisis. SPSS adalah alat bantu dalam olah data. SPSS merupakan software statistik yang paling populer sekaligus program aplikasi berbasis data tabulasi. Selain itu kelebihan spss fasilitasnya  lengkap dibandingkan dengan software lainnya, penggunaannya pun cukup mudah. SPSS juga banyak digunakan oleh para peneliti, akademisi, maupun para pembisnis dalam menganalisis permasalahan-permasalahan kinerja/bisnis.

Empat jenis data yang bisa dianalisis dengan teknik statistik, yaitu rasio: angka, bisa diurutkan, ada titik nol seperti ukuran rumah tangga, tinggi, usia, dan lain-lain. Kedua Interval berupa angka, bisa diurutkan, tidak ada titik nol seperti suhu dan lain-lain. Ketiga Ordinal yaitu Data yang dibedakan dengan penamaan, dan ada urutan seperti kelompok usia, kelompok pekerjaan. Nominal yaitu  Data yang dibedakan hanya dengan penamaan sederhana, tidak ada keteraturan dlm pengkategorian misalnya berdasarkan etnis, warna kulit, dan lain-lain.

Sementara tingkatan analisis terbagi menjadi tiga, yaitu uni variate (Mendeskripsikan satu variable dan atributnya), bivariate (Menganalisis dua variable, dan mencari hubungan antara kedua variable tersebut) dan multi variate (Analisis yang mengamati lebih dari dua variable pada satu waktu).

Sedangkan proses Interpretasi Data Merupakan proses asimilasi temuan temuan yang tersebar kedalam satu kesatuan yang menyeluruh. Penerjemahan berbagai temuan dalam pernyataan diagnostik. Lalu diagnosa tersebut diterjemahkan lagi menjadi kesimpulan. Formulasi rekomendasi didasarkan pada kesimpulan tersebut

Sementara itu dalam Rencana Tindak lanjut yang disampaikan oleh Kordinator Nasional NEW Indonesia Abdul Waidl menyampaikan jika semua kelompok penelitian diharuskan membuat laporan penelitian. Laporan itu berisi pengantar penelitian berupa metodologi penelitian, di mana penelitiannya serta kapan peneltiiannya. Selain itu kata Waidl dalam laporan itu juga berisi profil dan lokasi penelitian. Selanjutnya dalam laporan itu juga terdapat hasil penelitian, Kesimpulan dan Rekomendasi. Laporan keuangan dan laporan naratif sudah diharuskan dikirim pada 6 Mei 2015 untuk kemudian dilakukan review.

Sumber : http://new-indonesia.org/beranda/event-seknas/86-jppi-gelar-pelatihan-entri-dan-analisis-data-selama-dua-hari.html (akses 3/3/2016 1:36:52 PM)

Comments

comments