Perkumpulan Inisiatif Koordinasikan Pelaksanaan Program Peduli Desa Tahap II

Bertempat di Sekretariat Yayasan Semak, pada tanggal 14 Maret 2015 Perkumpulan Inisiatif mengadakan pertemuan untuk mengkordinasikan pelaksanaan Program Peduli Desa tahap II. Rapat kordinasi tersebut dihadiri oleh seluruh staff pelaksana program peduli dari Yayasan Semak dan Perkumpulan Inisiatif serta Program Officer dari SAMIN.

IMG-20160315-WA0001 PI Koordinasikan....Dalam sesi pertama rapat kordinasi tersebut, Dadan Ramdan dari Perkumpulan Inisiatif menyampaikan target dan indikator capaian pelaksanaan program. Dalam paparannya, Dadan Ramdan menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan Program Peduli Desa di Garut lokasi dan penerima manfaat masih sama dengan lokasi dan penerima manfaat di tahap satu. Hanya saja terdapat beberapa sedikit perbedaan. Pertama, mengenai target kuantitatif pelaksanaan program. “ Dalam tahap II ini target-target dan keluaran secara kuantitatif harus terpotret lebih baik dibanding pada tahap I. Namun tentu saja hal tersebut bukan berarti mengesampingkan kualitas pelaksanaan program” begitu ungkap Dadan Ramdan.

Selain potret kuantitatif, pelaksanaan program tahap dua ini akan mencoba menguji sejauh mana keseriusan 2 desa dampingan yang lain (Desa Galih Pakuon dan Desa Cigawir) dalam keberpihakan mereka terhadap remaja rentan.” Diharapkan dalam pelaksanaan program peduli desa tahap II ini kedua desa lokasi program dapat juga memberikan alokasi anggaran untuk program kelompok marjinal yang terukur”

Berkaitan dengan hal tersebut, Hari Winarko dari Yayasan Semak menyambut baik hal tersebut dan siap bekerja sama dengan Perkumpulan Inisiatif dalam melaksanakan Program Peduli Desa tahap II. Namun Hari menyampaikan beberapa catatan sebagai prasyarat pelaksanaan program. Pertama, mengenai Rencana Aksi Masyarakat (RAM) yang telah dibuat oleh masing-masing Komite Pendidikan Masyarakat Desa (KPMD) di tiga desa pelaksana program. Hari mengatakan bahwa RAM yang disusun oleh KPMD bukanla sebuah kitab suci yang tidak bisa dikritisi. Namun sebaliknya, RAM adalah sebuah dokumen yang memungkinkan untuk direvisi sesuai keperluan. Berdasarkan hal tersebut, Hari menyarankan sebelum terlalu jauh ke dalam pelaksanaan program maka sebaiknya diadakan beberapa pertemuan untuk merevisi RAM yang ada.

IMG-20160315-WA0002 PI Koordinasikan...Dari pencermatan yang pernah dilakukan oleh Hari, revisi RAM sangat diperlukan terutama untuk menyesuaikan target, cakupan lokasi dan sebaran kelompok penerima manfaat. “Sebaiknya revisi RAM memasukkan perluasan lokasi dan jumlah penerima manfaat yang sama sekali belum tersentuh oleh program yang di susun dalam RAM sebelumnya” begitu ungkap Hari.

Menanggapi hal tersebut, Dadan Ramdan menyatakan apresisasi yang positif dan meminta Syahmudin Rahman menjadikan revisi RAM sebagai salah satu agenda penting sebelum pelaksanaan program lebih jauh. Selain memberikan apresiasi, Dadan Ramdan juga menjelaskan bahwa pada tahap II ini pelaksanaan program akan mencoba lebih ditekankan pada beberapa hasil di tingkat kabupaten. Beberapa target yang akan coba dicapai di tingkat kabupaten adalah lahirnya beberapa regulasi yang mendukung pada pelaksanaan Undang-Undang Desa yang fondasinya telah dibangun di pelaksanaan program peduli desa tahap I. “Beberapa regulasi yang dimaksud adalah peraturan bupati tentang kewenangan lokal berskala desa, peraturan bupati mengenai pengelolaan keuangan desa serta peraturan bupati mengenai pedoman perencanaan dan pembangunan desa” pungkas Dadan Ramdan menjelang sesi akhir rapat kordinasi tersebut.

Comments

comments