Sabtu 3 September

Hari Sabtu tanggal 03-09-2016 Perkumpulan Inisiatif, yaitu tim program BTT (Bundatextalk) mengundang Media Komunitas Angkringan (MK160) asal Bantul, D.I. Yogyakarta (Desa  Timbulharjo) untuk berbagi pengetahuan terkait penggunaan teknologi informasi berbasis sms (short massage service) gateway. Salah satu penggiat MK160, Tepos, panggilan Imron, memaparkan bahwa aplikasi ini basisnya adalah data, karena dengan data kami dapat menggali informasi dan memberikan informasi tersebut kepada masyarakat. Cakupan MK160 memang sangat luas, meliputi pendidikan, kesehatan, pertanian dll.

Sebelum  menjalankan MK160 ini, kami melakukan pendataan dahulu kepada  semua masyarakat di desa kami. Masyarakat sangat antusias terhadap program MK160 ini. Setelah kami mendapatkan hasil pendataan tadi, maka kami melakukan  pengelompokkan data-data tersebut berdasarkan usia, pendidikan, golongan darah dll. Pengelompokkan data ini berguna memudahkan dalam pengiriman informasi sesuai dengan kebutuhan serta untuk mendapatkan sasaran yang tepat dalam tiap pengiriman informasi.

angkiringanAdapun bangunan alur informasi MK160 adalah sebagai berikut :

Dari alur gambar ini, bisa dilihat pola komunikasi yang ada di MK160 warga mengirim informasi text (sms) ke server dan admin akan memeriksa content atau meng-edit text dengan tidak mengurangi dari maksud dan tujuan content text itu sendiri (menyaring content-content yang berbau sara atau sejenisnya). Jika ini sudah fix maka admin akan meneruskan (forward) informasi ini ke masyarakat yang membutuhkan atau ke pihak berwenang yang sudah dikelompokkan data-datanya di aplikasi MK160 .

MK160 ini mengharuskan admin bekerja 24 jam sehingga semua sms yang masuk yang bersifat pengaduan, pemberitahuan, darurat dapat di-forward dengan baik oleh admin ke pihak-pihak yang berwenang.

MK160 per bulannya dapat menghabiskan pulsa (pulsa server) yang bervariasi, dari 50.000,- sampai 2.000.000,-, tergantung trafik sms. Untuk mencari dana pulsa, MK160 menawarkan pemasangan iklan untuk di-broadcast ke masyarakat melalu sms.

Di sela pemaparan, Dani, tim bundatextalk bertanya apakah ada pulsa gratis buat aplikasi sms seperti ini. Apa MK160 pernah mencari solusi ?

MK160 mengatakan mereka telah mencoba ke pemerintah pusat (Kemenkominfo) untuk mengajukan media sms yang bersifat sosial bisa mendapatkan biaya pulsa gratis. Kendalanya, proses birokrasi di internal kementerian bisa memakan waktu satu tahun. Belum lagi jika dirjennya dimutasi maka harus mengulang dari awal lagi pengajuannya. Namun selain jalan itu, kita juga bisa melalui dana USO (Universal Service Obligation).

Memang selama ini kendala komunitas untuk replikasi media berbasis sms adalah biaya (pulsa sms).  Oleh karena itu, jika kita kumpulkan semua komunitas yang menggunakan media sms untuk publik, maka bisa menjadi kekuatan untuk mengubah kebijakan sehingga aplikasi ini akan mendapatkan biaya sms gratis.

Comments

comments