Kunci Penting dalam Penataan Ruang oleh Komunitas

“Sedalam apa analisis sosial dilakukan dan selentur apa komunitas untuk memilih strategi gerakan merupakan kunci penting bagi komunitas dalam menata ruang untuk kehidupan mereka.” Demikian simpulan dari diskusi praktik-praktik penataan ruang oleh komunitas dengan mengambil studi kasus warga terkena dampak pembangunan PLTA Cisokan di Kabupaten Bandung Barat dan kasus serikat tani Baraya Tani Bandung dalam menata ruang di lahan PTPN di Kabupaten Bandung. Diskusi tersebut terselenggara atas kerjasama Perkumpulan Inisiatif dengan Pusat Sumber Daya Komunitas (PSDK) Kabupaten Bandung pada hari Senin, 27 Februari 2017.

Bagi Perkumpulan Inisiatif dan PSDK diskusi ini merupakan bagian penting untuk mendapatkan refleksi dan rekomendasi dalam penataan ruang-ruang kehidupan terutama bagi mereka yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS). Bagi Iwang Wahyudin, Ketua PSDK, upaya untuk mendorong masyarakat supaya mampu menata ruang di sekitarnya merupakan hal penting dan harus dipelajari dengan lebih dalam. Dalam konteks yang lebih luas, di Provinsi Jawa Barat upaya untuk mendorong upaya ini didorong oleh ketimpangan kepemilikan lahan yang tinggi. Ketimpangan kepemilikan lahan menjadi hal penting karena hal ini berhubungan langsung dengan permasalahan yang tak kunjung usai, yaitu permasalahan kemiskinan.

IMG-20170228-WA0011

Suasana Diskusi Refleksi. Di-jeupret ku Aang

Sementara itu, Dadan Ramdan, salah satu Anggota Dewan Pimpinan Perkumpulan Inisiatif yang saat ini menjabat Direktur Walhi Jabar menyatakan sependapat dengan apa yang diungkapkan oleh Wahyudin. Menambahkan hal tersebut, Dadan menyatakan bahwa permasalahan ekologis harus mendapatkan perhatian penting dalam upaya penataan ruang oleh masyarakat. “Jangan sampai upaya menata ruang ruang tersebut menimbulkan masalah baru bagi masyarakat dan lingkunganya sendiri,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Gunawan menyampaikan bahwa mendorong masyarakat untuk menata perumahan dan kehidupan ekonomi bukan merupakan hal mudah. Banyak tantangan yang dihadapi. “Sering kali masyarakat dihadapkan pada situasi dan kondisi yang mendorong mereka untuk mengambil keputusan penataan tempat tinggal dan perekonomian dengan cepat tanpa berpikir mendalam tentang dampak perubahan ekologis di sekitarnya. Ini merupakan tantangan yang besar dalam mendorong kelompok masyarakat dalam penataan ruang,” katanya.

Sementara itu, Uus Kusmana, menyatakan bahwa konsep penataan ruang yang dikembangkan oleh Baraya Tani Bandung (BTB) sudah mengakomodir isu ekologis. “Desain konsep perumahan yang kami buat sangat memperhatikan keberlangsungan ekologis, seperti permasalahan pengelolaan sampah dan penggunaan pupuk organik untuk pertanian,” ungkap Uus.

Uus melanjutkan bahwa membangun sebuah konsep bukan merupakan hal sulit, yang sulit adalah bagaimana merebut ruangnya terlebih dahulu. “Ketika ruangnya sudah berhasil dikuasai masyarakat maka melaksanakan konsep menjaga ekologis menjadi lebih mudah,” tegasnya.

Comments

comments