APBD Kota Tasik Belum Berpihak Kepada Masyarakat Umum

CIHIDEUNG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tasikmalaya tahun ini belum betul-betul berpihak kepada masyarakat umum dan cenderung masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut terlihat dari belanja APBD tahun 2017 di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang didominasi oleh  anggaran rehabilitas gedung dan kantor di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan total nilai anggaran mencapai Rp 23,8 miliar.

Padahal di tahun terakhir kepemimpinan pasangan H Budi Budiman dan H Dede Sudrajat ini, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yakni fokus pada peningkatan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Anggaran Rp 23,8 miliar tersebut, tahun ini akan diperuntukkan bagi program peningkatan fasilitas pendukung kerja pemerintahan seperti pembangunan atau rehabilitasi kantor kelurahan Pemerintah Kota Tasikmalaya sebesar Rp 10,7 miliar, penataan interior gedung serbaguna bale kota Rp 1 miliar, penataan interior gedung sekretariat daerah Rp 2,5 miliar, pemagaran lapangan upacara dadaha Rp 1 miliar, rehabilitasi berat gedung paripurna DPRD Kota Tasikmalaya Rp 1,5 miliar, pembangunan gedung badan musyawarah DPRD Kota Tasikmalaya Rp 3 miliar, perluasan gedung alat kelengkapan DPRD Kota Tasikmalaya Rp 1,3 miliar, pembangunan gedung kantor Inspektorat Rp 1,5 miliar, pembangunan gedung kantor komplek bale kota Rp 100 juta, pembangunan gedung kantor Dinas Perpustakaan Arsip Daerah Rp 1 miliar dan penyusunan DED gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rp 200 juta.

Pemerhati Anggaran dari Perkumpulan Inisiatif Nandang Suherman mengatakan porsi APBD Kota Tasikmalaya 2017 masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya yakni memprioritaskan perbaikan infrastruktur fisik. “Jadi kebijakan APBD tahun ini tidak berubah dari sisi pembelanjaan, sebab orientasinya  tetap kepada infrastruktur,” terangnya saat dihubungi Radar, kemarin (28/3).

Menurut dia, dengan besarnya alokasi anggaran untuk mempercantik gedung dan kantor pemerintahan. Sangat jelas tidak ada korelasinya dengan tema tahun ini yakni peningkatan ekonomi dan daya beli masyarakat. ”Idealnya APBD tahun ini lebih baik membangun serta mendorong kemajuan perekonomian masyarakat. Bukan lagi diprioritaskan merehabilitasi gedung dan kantor pemerintah,” ungkapnya.

Dia menambahkan seharusnya di periode terakhir Budi-Dede, pemerintah harus fokus mewujudkan tema pembangunan yang telah dicanangkan jauh-jauh hari. Seperti yang termuat dalam RPJMD Kota Tasikmalaya 2012-2017 tiga tahun pertama fokus membangun infrastruktur dan dua tahun terakhir peningkatan daya beli masyarakat. “Kalau temanya daya beli, harusnya ditekankan mendorong pelaku ekonomi meningkatkan SDM serta menghidupkan pasar tradisional supaya tidak kalah bersaing dengan pasar modern,” paparnya.

Masih besarnya alokasi anggaran untuk rehabilitas gedung dan kantor pemerintah, kata Nandang, menunjukkan bahwa pembahasan anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya lebih berorientasi memperkuat ”diri sendiri” dan elitis, artinya tertutup bagi masyarakat umum untuk mengetahui pengunaan APBD Kota Tasikmalaya. “Mungkin kalau di testimoni kepada masyarakat, saya yakin mereka akan memilih program lain yang lebih efektif dibanding program peningkatan fasilitas pendukung kerja pemerintahan,” tandasnya. (kim)

Anggaran Peningkatan Fasilitas Pendukung Kerja Pemerintahan

  • Pembangunan atau rehabilitasi kantor kelurahan Pemerintah Kota Tasikmalaya Rp 10,7 M.
  • Penataan interior gedung serbaguna bale kota Rp 1 M.
  • Penataan interior gedung sekretariat daerah Rp 2,5 M.
  • Pemagaran lapangan upacara dadaha Rp 1 M.
  • Rehabilitasi berat gedung paripurna DPRD Kota Tasikmalaya Rp 1,5 M.
  • Pembangunan gedung badan musyawarah DPRD Kota Tasikmalaya Rp 3 M.
  • Perluasan gedung alat kelengkapan DPRD Kota Tasikmalaya Rp 1,3 M.
  • Pembangunan gedung kantor Inspektorat Rp 1,5 M.
  • Pembangunan gedung kantor komplek bale kota Rp 100 juta.
  • Pembangunan gedung kantor Dinas Perpustakaan Arsip Daerah Rp 1 M.
  • Penyusunan DED gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rp 200 juta.

Total Anggaran: Rp 23,8 Miliar

SUMBER: APBD Kota Tasikmalaya tahun 2017

Sumber : https://www.radartasikmalaya.com/berita/baca/18178/apbd-kota-tasik-belum-berpihak-kepada-masyarakat-umum.html (akses 3/30/2017 11:13 AM)

Comments

comments