SEPOLA DESA Inspiring Session di Desa Ngumbul Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan

Berbagi Cerita Mendorong Pengalokasian Anggaran Desa untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Bagi Kelompok Marjinal di Desa

Sesi akhir SEPOLA DESA di Desa Ngumbul Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan agak berbeda dengan biasanya. Pada sesi akhir di hari terakhir ini di isi dengan sesi berbagi pengalaman dan cerita baik alumni SEPOLA dalam mendorong pelayanan kualitas pelayanan publik yang lebih berkualitas melalui pengalokasian anggaran desa. Sesi berbagi ini di isi oleh Ibu Tinar Suprihatin dan Ibu Martini, alumni SEPOLA Desa Di Desa Ketro Kecamatan Tulakan beberapa bulan sebelumnya.

Dalam sesi berbagi cerita baik ini, Ibu Tinar menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas pelayanan public untuk kelompok marjinal merupakan hal yang sangat mungkin untuk dilakukan. Keyakinan itu diperoleh setelah mereka ikut dalam setiap proses penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran desa dan ikut terlibat menjadi tim penyusun Dokumen RPJMDesa, RKPDesa dan APBDesa Ketro.

Dalam Inspiring Session tersebut, Bu Tinar menyampaikan bahwa hal penting yang harus dilakukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik adalah menjamin ketersediaan data yang lengkap mengenai kondisi masyarakat itu sendiri. “ Diawal proses penyusunan dokumen RPJMDes saya bersama kepala dusun turun ke RT dan RW untuk mendata jumlah, lokasi kelompok masyarakat yang ternyata selama ini belum terdata dengan baik dan belum masuk pada data base kependudukan desa, masyarakat yang berkebutuhan khusus ternyata selama ini belum didata dan mendapatkan haknya secara menyeluruh” begitu ungkap Bu Tinar dalam sesi berbagi tersebut.

Selain melakukan pendataan, untuk meyakinkan bahwa masyarakat yang belum terdata tersebut mendapatkan manfaat pelayanan public yang maksimal dan mendapatkan alokasi anggaran dari desa, dengan dorongan dari berbagai pihak Bu Tinar masuk menjadi anggota tim penyusun Dokumen RPJMDesa, RKPDesa dan APBDesa Ketro. “ Dengan menjadi anggota tim penyusun saya dapat memantau sekaligus memastikan masyarakat berkebutuhan khusus yang selama ini belum terdata dan belum mendapatkan alokasi anggaran mendapatkan alokasi anggaran desa”

Dalam sesi berbagi tersebut, Bu Tinar juga menyampaikan bahwa upaya mendorong kelompok masyarakat yang selama ini “belum diperhatikan” oleh Negara bukan hal gampang. Untuk melaksanakan berbagai hal tersebut, diperlukan kebulatan niat dan tekad untuk betul-betul membantu. “ untuk melakukan kerja-kerja social ini kebulatan tekad memang menjadi modal utama, karena kerja-kerja seperti ini sama sekali tidak menghasilkan pendapatan,namun demikian kalau kita berhasil membantu orang-orang yang betul membutuhkan ada kebahagiaan yang tidak terhingga” begitu ungkap Bu Tinar.

Dalam sesi akhir Bu Tinar dan Bu Martini menyampaikan pesan terutama kepada pihak pemerintah desa, agar mau untuk terbuka dan bekerja sama dengan kelompok masyarakat  untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Pelayanan yang lebih baik diperlukan agar kehidupan mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan kepada peserta SEPOLA DESA Ngumbuml, Bu Martini dan Bu Tinar berpesan agar jangan terlalu mendengarkan omongan negative dari pihak-pihak yang meragukan kerja-kerja mereka. “ Apapun yang terjadi tetaplah bekerja dan tetap membantu masyarakat yang membutuhkan “Anjing menggonggong kafila berlalu” begitu ungkap Bu Martini di sesi penutupan tersebut.

Comments

comments