Pertama di Indonesia, Warga Minta Transaksi Rekening Daerah

BANDUNG, (PRLM).- Pertama kalinya di Indonesia, warga meminta informasi tentang laporan transaksi rekening keuangan daerah. Hal ini dilakukan oleh warga Kab. Garut Donny Setiawan yang meminta rincian keuangan empat nomor rekening Pemerintah Kab. Garut. Hal ini disengketakan ke Komisi Informasi Daerah (KID) Jawa Barat (Jabar) dalam agenda sidang ajudikasi keterangan saksi ahli yang dipimpin Komisioner KID Jabar, Dan Satriana, Mahi M. Hikmat, dan Anton Minardi di kantor KID Jabar, Jalan Ambon Kota Bandung, Senin (8/4/13).

Menurut Dan Satriana dan Donny, kasus sengketa ini merupakan yang pertama kalinya karena biasanya warga hanya meminta tentang data laporan keuangan, belum pernah ada yang meminta sampai transaksi rekening.

“Ini permohonan saya atas nama pribadi sebagai warga wajib pajak Kab. Garut. Saya meminta rincian keuangan untuk empat nomor rekening yaitu rekening kas daerah BJB, dan 3 rekening penerimaan uang di BRI, BNI, dan Mandiri. Yang saya minta adalah laporan transaksi keuangan 2009-2011. Ini saya minta karena berdasarkan undang-undang, data yang bisa diakses oleh publik adalah yang sudah diaudit dan laporan keuangan yang saya minta ini sudah diaudit sehingga terbuka untuk publik,” kata Donny.

Donny mengatakan sebagai warga wajib pajak, dia ingin mengetahui seperti apa pengelolaan keuangan Pemkab Garut. Hal ini menurutnya sekaligus menjadi bagian dari implementasi UU keuangan dan UU keterbukaan informasi yang mendorong pemerintah transparan dan akuntabel. Donny yang juga aktif melakukan kajian anggaran dalam Perkumpulan Inisiatif ini mengatakan sempat menganalisis rekening bagi hasil dari pemerintah pusat ke Pemkab. Garut dan menemukan analisis sementara adanya kelebihan dana transfer sebesar Rp60 miliar.

“Ada yang tidak sesuai antara rekening dengan yang dilaporkan menteri keuangan dan yang diperiksa oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Analisis sementara saya ada selisih kelebihan dana transfer 60 miliar dari pusat ke daerah tetapi temuan ini masih ingin saya konfirmasi dan pastikan. Ini tidak tercatat dalam laporan keuangan Pemkab Garut,” kata Donny.

Dia mengaku telah membandingkan tiga dokumen yaitu laporan keuangan hasil pemeriksaan BPK, peraturan menteri keuangan tentang alokasi definitif dana bagi hasil, dan laporan konfirmasi hasil transfer menteri keuangan. “Nah dari tiga dokumen ini sepertinya ada kelebihan Rp60 miliar,” katanya.

Dalam sidang, Saksi Ahli Dosen Fakultas Hukum Universitas Parahyangan Sentosa Sembiring menjelaskan tentang perbankan harus menjaga kerahasiaan informasi rekening nasabah sesuai undang-undang. Sementara itu, nasabah punya hak sesuai kepentingannya untuk menyampaikan atau tidak menyampaikan transaksi rekening. Namun, dalam perjalanan sidang, Kepala Seksi Pendapatan Daerah dan Pembiayaan Pemkab Garut Mardianto mengaku Pemkab. Garut memiliki buku catatan keuangan harian yang isinya juga terkait penerimaan dan pengeluaran kas daerah.

Dan Satriana kemudian mempertanyakan tentang keterbukaan catatan keuangan harian yang juga dapat menjawab permintaan pemohon. Mardianto akhirnya meminta waktu melakukan uji konsekuensi terkait permohonan informasi yang diminta pemohon. Terkait catatan keuangan harian yang juga dapat menjawab kebutuhan informasi pemohon, Mardianto mengatakan dalam persepsinya informasi tersebut masih tertutup karena bersifat privat.

Mardianto mengatakan pemerintah selama ini sudah terbuka terkait informasi publik. Hal ini terlihat dari laporan APBD yang disampaikan dan laporan neraca keuangan yang diumumkan di media massa. Meski begitu, Mardianto mengatakan jika majelis KID memutus terbuka informasi ini, Pemkab Garut akan membuka informasinya.

Mardianto tidak khawatir jika sikap pemerintah yang menutup informasi ini dikaitkan dengan adanya dugaan pengelolaan keuanganyang tidak tepat. “Itu terserah, kami diaudit lo selama ini bahkan dalam waktu dekat ini juga akan diaudit lagi. Untuk apa kami tertutup? Kami setiap tahun punya kewajiban untuk diaudit,” katanya. (A-199/A-108)

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/230249 (akses 11/17/2014 12:42:48 PM)

 

Comments

comments