Mengintegrasikan Reforma Agraria ke dalam Perencanaan Pembangunan Desa

Dadan Ramdan sedang memaparkan gagasannya

Dadan Ramdan sedang memaparkan gagasannya

Sejauh ini para pegiat reforma agraria dan pemerintah masih melihat reforma agraria dan perencanaan pembangunan seperti air dan minyak. Reforma agraria dan perencanaan pembangunan masih dilihat secara terpisah, padahal sebenarnya reforma agraria dan perencanaan pembangunan merupakan suatu kesatuan yang saling menguatkan.

Begitu ungkap Dadan Ramdan, koordinator pengembangan model perencanaan pembangunan berbasis reforma agraria dalam diskusi para pakar yang diadakan oleh Al-Jabar, Perkumpulan INISIATIF dengan dukungan dari The Ford Foundation di Bandung pekan ini.

Perencanaan pembangunan erat kaitannya dengan lahan yang tersedia terutama di perdesaan. Seringkali terjadi perebutan lahan yang berujung pada konflik yang tidak berkesudahan. Pihak desa dan masyarakat sipil di tingkat pedesaan sering kali urung duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dalam bingkai perencanaan desa. Ego sektoral masing-masing kelompok masih begitu kuat. Jika ini dibiarkan tentu saja perubahan yang diinginkan akan sangat lambat terjadi.

Membuka ruang dialog reforma agraria dalam perencanaan desa menurut Dadan bisa dimulai pada tataran diskusi komunitas yang paling kecil berupa musyawarah dusun, lalu kemudian dibawa pada tingkat desa melalui mekanisme musrenbang lalu masuk ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RJPMDes) dan dokumen Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes).

Salah satu alasan penting kenapa strategi reforma agraria dimasukan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa karena dokumen tersebut merupakan dokumen acuan formal pemerintahan desa dalam melaksanakan seluruh program pembangunan. Dengan demikian ketika reforma agraria terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan mau tidak mau pemerintah harus melaksanakan reforma agraria tersebut tanpa kecuali dan dengan dukungan dana yang tersedia.

Selain itu, Dadan juga menyatakan bahwa pengintegrasian reforma agraria dalam perencanaan pembangunan desa dapat mengurangi angka kemiskinan yang selama ini bersarang di daerah perdesaan terutama perdesaan yang berbatasan dengan hutan dan perkebunan.  Dengan adanya pengintegrasian ini, masyarakat miskin mempunyai peluang yang lebih besar untuk meningkat harkat dan derajat hidupnya melalui pemanfaatan lahan yang berada di desa.

Di akhir diskusi, Dadan menyampaikan bahwa pengintegrasian reforma agrarian ke dalam perencanaan pembangunan ini merupakan salah satu ikhtiar yang tentu saja yang harus dijalankan oleh sepenuh hati oleh semua pihak yang berkepentingan. Kunci utama dari keberhasilan pengintegrasian ini adalah komitmen dari pihak masyarakat dan pemerintah serta kalangan lain yang berkepentingan untuk selalu berdialog dan bermusyawarah atas nama kesejahteraan masyarakat.

Comments

comments