• Indonesian (Indonesia)
  • English (United Kingdom)
A A A
Perkumpulan Inisiatif

Banjir Citarum 2

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

There are no translations available.

Gerakan Masyarakat Belum Efektif

 

BANDUNG, KOMPAS - Gerakan masyarakat untuk memperbaiki kondisi Daerah Aliran Sungai Citarum masih bersifat parsial dan karenanya kurang efektif untuk menanggulangi kerusakan DAS Citarum.

Demikian pokok pikiran yang disampaikan Ketua Masyarakat Peduli Sumber Air (MPSA) Dede Juhari dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan, Selasa (2/3).

Ahmad Heryawan mengakui, peran serta masyarakat amat penting dalam pelestarian lingkungan. Ia mencontohkan belum efektifnya gerakan reboisasi melalui Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis dengan anggaran Rp 25 miliar per tahun dari Pemerintah Provinsi Jabar. Bibit-bibit pohon yang ditanam kembali dicabuti warga yang merasa dirugikan jika lahan hutan dihijaukan kembali dengan tegakan pohon.

Dede Juhari mengungkapkan program yang dilakukan MPSA di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, yang membuat 1.847 embung atau kolam air resapan sejak tahun 2004 dan tersebar di tiga desa, Tarumajaya, Cibeureum, dan Cihawuk. Embung berukuran 5 x 5 meter hingga 0,5 hektar itu menampung air hujan dan digunakan pada musim kemarau.

Hal serupa dilakukan oleh Kelompok Elemen Lingkungan (Elingan) yang fokus membenahi daerah tangkapan air. Menurut Ketua Umum Elingan, Deni Riswandani, masyarakat Kabupaten Bandung di Kecamatan Cikancung, Paseh, dan Pacet diajak menanam pohon kawung di sekitar mata air.

Namun, program-program penyadaran tentang perlunya menjaga kualitas air di hulu Citarum itu tidak sinkron dengan fakta maraknya pertanian sayur di daerah tersebut. Akibatnya, Kertasari kerap kekurangan air pada musim kemarau, sebaliknya erosi dan banjir lumpur terjadi setiap musim hujan.

Deni mengatakan, penanaman itu dapat meningkatkan produksi air yang mengalir ke Citarum.

Direktur Kelompok Warga Peduli Lingkungan (WPL) Sunardhi Yogantara mengatakan, pihaknya lebih bergerak pada pemberdayaan masyarakat dengan mendorong perbaikan sanitasi masyarakat di sepanjang sungai. ”Sekitar 70 persen pencemaran Citarum berasal dari limbah domestik.”

Namun, Yogantara mengakui, LSM yang bergerak dalam perbaikan kondisi Citarum masih terkotak-kotak dan belum bergerak terintegrasi. Akibatnya, dampak yang dirasakan terbatas di daerah itu saja.

Kearifan Lokal

Antropolog Universitas Padjadjaran, Profesor Kusnaka Adimihardja, melihat, banjir rutin Citarum disebabkan pula oleh lunturnya budaya sungai masyarakat. ”Hilangnya kepedulian menjaga Sungai Citarum akibat berbagai kepentingan dikhawatirkan merusak ekosistem serta memengaruhi tingkah laku dan pola pikir masyarakat,” katanya.

Kusnaka mengatakan, seiring perkembangan zaman, budaya sungai yang dimiliki masyarakat sekitar Sungai Citarum semakin luntur. Penyebabnya adalah kepentingan ekonomi, struktur pemerintahan, dan perkembangan zaman. Hal ini tidak hanya akan berdampak pada rusaknya lingkungan, tetapi juga menurunnya karakter sosial budaya antarmasyarakat.

Oleh karena itu, Kusnaka mengusulkan, unsur kearifan lokal dalam penanganan banjir Citarum agar disertakan. Alasannya, beberapa penyebab banjir justru muncul dari kebiasaan menyimpang dari kearifan lokal, seperti mendirikan bangunan di daerah rawa atau membuang sampah langsung ke sungai.

Adapun Kepala Perum Perhutani Unit III Jabar-Banten Bambang Setia Budi mengatakan, sebagian besar daerah resapan air didominasi kawasan nonhutan yang digunakan untuk permukiman dan lahan budidaya rakyat. (che/eld/rek/gre)

 

Sumber : Rabu, 3 Maret 2010 | 03:13 WIB, http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/03/03135195/gerakan.masyarakat.belum.efektif (akses 05/03/2010 10:00:25 WIB)

 

Add your comment

Your name:
Your email:
Subject:
Comment:
FVAVANTGRD0708 1.5
© 2010 Inisiatif
This is a free Joomla Template by funky-visions.de

Program

Next Agenda

There are no events at this time

Agenda Calender

<<  February 2010  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
  4  5  6  7
  8  91011121314
15161718192021
22232425262728