Written by Administrator Wednesday, 11 August 2010 09:45
Interpretasi Data Statistik
Oleh : Jousairi Hasbullah
Interpretasi data yang keliru akan menyebabkan keliru pula pemahaman dan kesimpulan tentang suatu persoalan. Masyarakat akan bingung. Perencanaan pembangunan yang dirancang juga akan salah arah dan kurang cerdas.
Terkait interpretasi data, cukup menggelitik membaca tulisan Rieke Diah Pitaloka (RDP) di Kompas (31/7) berjudul ”Impersonalisasi Kaum Papa”. Menurutnya, data kemiskinan BPS menyesatkan. Teknik pengukuran garis kemiskinan dari Susenas telah mereduksi pengertian kemiskinan sebagai degradasi kualitas hidup manusia secara nonkuantitatif dan personal.
Written by Administrator Monday, 09 August 2010 10:10
Impersonalisasi Kaum Papa
Oleh : Rieke Diah Pitaloka
Nama gadis kecil itu Jahra Febiola. Jahra menderita tumor orbit ganas di mata kirinya dan harus menjalani operasi. Jahra tidak termasuk dalam kuota masyarakat miskin yang berhak mendapatkan Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Jamkesmas.
Written by Administrator Friday, 18 June 2010 12:35
Kaum Miskin dan Kekayaan Sosial
Oleh : Donny Gahral Adian
Kaum miskin memang kelompok yang selalu kalah dan dipinggirkan. Penganggur, tunawisma, pengemis, pemulung, atau pekerja seks murahan senantiasa disingkirkan secara sosial.
Written by Administrator Thursday, 10 June 2010 12:20
Philanthropy Has a Greater Role to Play to Raise Youth
By : Gita Wirjawan
Modernisator, an independent, non-political, not-for-profit organization whose mission is to cultivate youth leadership in Indonesia, recently held an event to recognize young professionals in the Indonesian government.
Page 1 of 5