Pelatihan Dasar Organisasi SPRI & KNTI

29-September 2021 Perkumpulan Inisiatif mengadakan acara Pelatihan Dasar Organisasi yang dikuti oleh SPRI dan KNTI yang dilaksanakn di Hoteh Ahadiat Bandung. Adapun jumlah peserta terdiri dari 17 (tujuh belas) peserta diantaran 7 (tujuh) peserta laki-laki dan 10 (sepuluh) peserta perempuan, dalam pembukaan acara tersebut langsung dipimpin oleh Ketua Perkumpulan Inisiatif  Sapei Rusin dan sekaligus sebagai narasumber pada sesi pertama. Kepemimpinan dan Perencanaan adalah materi yang dibawakan langsung oleh Sapei Rusin.

Pada sesi pertama peserta sangat antusias dan sangat cair didalam ruangan ditambah lagi Sapei Rusin langsung menanyakan kepada peserta apa itu kepemimpinan? maka saat itu juga beberapa peserta ikut mencoba menjawab diantaranya : Ilham Fauzi dari KNTI kepemimpinan adalah mengorganisir untuk mengarahkan ke satu tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai, Suryati  dari SPRI kepemimpinan itu bertanggung jawab atas apa yang telah direncanakan, Nurhadi dari KNTI kepemimpinan adalah proses untuk mengubah seseorang dengan ikhlas menjadi ‘follower’ (pengikut).

Sapei Rusin menerangkan bahwa kepemimpinan itu adalah proses, pemimpin adalah subjek yang mengawal proses (kepemimpinan) , Who is the leader? Leader is who 1.Knows the way: mengetahui jalan perjuangan menuju tujuan bersama, 2. Shows the way: menunjukkan jalan tersebut, 3. Goes the way: menjalani jalan tersebut. Tiga poin tersebut harus dimiliki oleh pemimpin dan tangtangan pemimpin adalah mengelola aspirasi dan kebutuhan anggota yang terus berkembang, mengembangkan budaya gerakan massa dan struktur pengorganisasian yang populis (menghindari budaya elitism), mengelola tarik-menarik kepentingan politik atau eksternal dan memperkuat kapasitas politik dan ekonomi.

Sebelum memberikan tugas kelompok Sapei Rusin menambahkan bahwa pemimpin itu harus selalu memperbarui pengetahuannya, memiliki informasi terbaru secara cepat dan akurat (bukan hoax), memiliki kemampuan untuk membuat proyeksi dan prediksi, memiliki kemampuan mengambil keputusan dengan tepat, memiliki kemampuan menempatkan orang sesuai dengan tugas dan kemapuannya (mengenali anggotanya). Setiap anggota setidaknya punya 3 urusan: 1. Urusan domestiik (rumah tangga), 2. Urusan produksi (kerja), 3. Urusan berkelompok (mis. Komunitas), dan terakhir memiliki kemampuan membangun kerja kolektif/tim. Syarat dasar membangun kolektivisme: 1. Saling mengenali (termasuk 3 urusan yang telah disebutkan), 2. menyamakan ‘penyebut’ (dalam hal ini kesamaan untuk membangun kolektivisme, mis. Latar belakang, lambang, simbol, narasi yang sama).


Comments

comments